Daftar Pilihan Instrumen Investasi, Keuntungan, dan Risikonya

Instrumen investasi menjadi alat yang bisa digunakan untuk melindungi aset yang dimiliki. Setiap jenisnya memiliki keunggulan serta risiko tersendiri.

Instrumen investasi adalah sebuah media yang digunakan seseorang untuk dapat melindungi asetnya. Media ini ditujukan untuk membantu seseorang mencapai tujuan finansial di kemudian hari. Saat ini kebanyakan masyarakat melakukan investasi untuk mencapai kebebasan finansial di masa depan.

Terdapat beberapa instrumen yang bisa dipilih oleh masyarakat. Setiap jenis investasi memiliki keunggulan, sistem kerja, dan risiko yang berbeda. Untuk itu jika tertarik berinvestasi, Anda perlu memahami perbedaannya dengan baik agar bisa memilih instrumen yang tepat.

Pilihan Instrumen Investasi

Untuk dapat berinvestasi, Anda membutuhkan alat yang berfungsi sebagai sumber pendapatan yang bersifat pasif. Umumnya melalui penambahan nilai. Dengan begitu dana yang disimpan bisa mengalami perkembangan di masa mendatang.

Kurun waktu setiap instrumen investasi tentu akan berbeda. Pengembalian nilai bisa didapatkan selama kurun waktu tersebut. Untuk itu, memilih jenis investasi yang tepat akan berpengaruh terhadap penambahan nilai aset di masa mendatang. Berikut beberapa pilihannya.

1.     Reksa Dana

Bagi Anda yang baru mulai mencoba melakukan investasi, reksa dana mungkin bisa menjadi pilihan yang paling tepat. Portofolio investasi reksa dana sudah dikelola oleh manajer investasi yang memiliki pengalaman serta kemampuan dalam mengelola dana investasi.

Dengan begitu Anda tidak perlu lagi repot memikirkan alokasi dan cara mengelolanya. Anda hanya perlu menyediakan dana, kemudian manajer investasi yang akan mengurus semuanya. Jumlah keuntungan yang bisa diraih relatif besar dibandingkan dengan berinvestasi deposito.

Selain itu, berinvestasi reksa dana bisa dilakukan dengan mudah melalui beberapa platform online yang menyediakan layanan.

2.     Properti

Seperti yang sudah diketahui, jika harga tanah dan bangunan semakin lama akan memiliki peningkatan. Hal inilah yang membuat investasi properti menjanjikan untuk masa sekarang dan mendatang.

Keuntungan yang bisa didapatkan memang relatif tinggi, namun dana modal yang dibutuhkan juga akan sangat besar. Untuk itu saat berinvestasi properti, Anda perlu memahami sistem kerjanya dengan baik dan memiliki pengalaman agar tidak mengalami kerugian.

3.     Cryptocurrency

Jenis investasi ini disebut juga dengan mata uang digital. Saat ini investasi mata uang digital bukan hanya bisa dilakukan di luar negeri saja, namun di Indonesia juga sudah bisa. Dengan begitu Anda bisa secara mudah memulai investasi pada platform yang terpercaya.

Pastikan untuk memeriksa dan melakukan survei terhadap platform yang akan digunakan agar Anda bisa meraih keuntungan yang maksimal. Potensi keuntungan yang bisa didapatkan dari jenis instrumen investasi ini sangat menggiurkan.

Mata uang digital yang dimiliki bisa dikonversikan menjadi nilai konvensional. Namun perlu diperhatikan ketika memiliki investasi ini, Anda perlu memiliki pengetahuan yang cukup dan memilih jenis mata uang yang tepat.

Anda juga perlu memantau pergerakan mata uang digital setiap saat agar tidak ketinggalan berita. Perubahan akan nilai mata uang digital sangatlah cepat sehingga Anda tidak boleh ketinggalan berita terbarunya.

4.     Emas

Sejak lama, emas sudah menjadi instrumen investasi yang banyak digemari oleh masyarakat. Emas adalah suatu aset yang cenderung mengalami kenaikan nilai seiring berjalannya waktu. Semakin lama disimpan, maka nilai jualnya bisa semakin tinggi.

Selain itu, berinvestasi emas cenderung aman. Emas merupakan jenis investasi yang mudah untuk dicairkan. Apalagi di zaman sekarang ini, masyarakat bukan hanya bisa membeli emas secara fisik.

Namun juga bisa dilakukan secara digital dan bisa disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki seseorang. Proses investasinya sangat mudah, bahkan sudah ada program cicilan yang memudahkan masyarakat untuk dapat memiliki emas yang bisa digunakan sebagai sarana investasi.

5.     Tabungan

Jenis investasi ini tentu sudah banyak diketahui dan diterapkan oleh banyak masyarakat. Hal tersebut terjadi karena ini merupakan investasi yang paling mudah untuk dilakukan. Anda bisa mengatur sendiri keuangan agar bisa lebih baik di masa mendatang dengan sistem menabung.

Bahkan beberapa para ahli keuangan memberikan saran untuk dapat menabung secara rutin untuk mempersiapkan finansial di masa depan. Menabung bisa banyak membantu seseorang di masa mendatang maupun disaat darurat. Anda bisa menggunakan tabungan untuk meraih tujuan.

Hal terpenting dalam kegiatan ini adalah dilakukan secara konsisten dan terus menerus. Menabung bisa dilakukan di bank dan menjadi instrumen investasi aman yang memiliki resiko rendah. Namun Anda juga bisa memilih tempat lain untuk menabung.

6.     Deposito

Deposito merupakan investasi yang banyak dipilih oleh masyarakat. Prinsip investasi ini bisa dikatakan mirip dengan menabung namun Anda bisa mendapat keuntungan yang lebih besar dari deposito.

Ketika berinvestasi deposito, Anda harus menyimpan sejumlah uang dalam kurun waktu tertentu dengan jumlah yang sudah ditentukan. Adapun batas waktu penyimpanan cukup beragam, mulai dari durasi bulanan hingga tahunan.

Namun perlu diperhatikan, Anda tidak bisa mengambil uang yang sudah dimasukan ke dalam deposito hingga batas yang telah ditentukan berakhir.

Anda akan mendapatkan pengembalian sesuai dengan kalkulasi yang sudah ditentukan sejak awal. Namun, jika Anda mengambil uang sebelum batas waktu akhirnya, maka Anda bisa terkena denda.

7.     Valuta Asing

Investasi valuta asing dilakukan dengan cara trading forex. Dimana Anda akan bertransaksi dengan menggunakan mata uang asing seperti EUR, USD, GBP, dan jenis mata uang asing lainnya.

Namun perlu diperhatikan, investasi ini membutuhkan keterampilan yang memadai untuk bisa meraih keuntungan sehingga tidak begitu cocok untuk para pemula. Anda bisa melakukan pembelian saat harga mata uang asing sedang mengalami penurunan.

Kemudian menjualnya kembali ketika nilainya berada di posisi tinggi. Jika dikonversikan ke dalam rupiah, nilai mata uang asing cukup tinggi.

Risiko investasi ini bisa dikatakan cukup tinggi karena nilai mata uang asing dapat mengalami perubahan setiap saat. Untuk itu, Anda perlu memantaunya secara berkala dengan baik.

8.     Saham

Saham adalah instrumen investasi berupa bukti kepemilikan nilai terhadap sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal.

Apabila Anda merupakan pemegang saham suatu perusahaan, maka Anda punya hak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan presentase atau perhitungan saham yang dimiliki. Kenaikan serta penurunan nilai saham bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Kekurangan saham sebagai instrumen investasi adalah meskipun memberikan nilai keuntungan balik yang sangat tinggi, namun memiliki resiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

9.     Obligasi

Jenis investasi ini disebut juga dengan surat utang. Jika Anda memberikan utang kepada negara atau perusahaan, nantinya pihak tersebut akan membayar kembali ditambah dengan bunga. Hal tersebut bisa menjadi keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Obligasi yang teraman adalah surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah. Hal tersebut terjadi karena pemerintah memiliki dana cadangan yang bisa digunakan untuk membayar utang.

Dengan begitu nilai pengembaliannya juga akan tinggi. Selain itu, Anda juga bisa memilih obligasi perusahaan yang memiliki fundamental bagus.

Pilihlah instrumen investasi yang dirasa paling cocok dan mampu memberikan keuntungan bagi Anda di masa depan. Pemilihan jenis instrumen bisa mengacu pada tujuan yang ingin diraih sehingga dapat berjalan secara lebih efektif.