asuransi bpjs kesehatan

BPJS Kesehatan adalah program asuransi bersifat wajib yang dihadirkan oleh pemerintah. Adapun iuran bulanannya berkisar mulai Rp35 ribu hingga Rp150 ribu per bulan. BPJS Kesehatan bisa didaftarkan oleh perusahaan atau organisasi untuk peserta atau karyawannya. Anda juga bisa mendaftarkan diri dalam BPJS Kesehatan secara mandiri atau pribadi.

Layanan Peserta dan Call Center BPJS Kesehatan
Untuk layanan peserta atau mendapatkan informasi selengkapnya, dapat mengujungi kantor pusat atau menghubungi call center BPJS Kesehatan yang tersedia. Berikut informasi selengkapnya:

Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak
Cek BPJS Kesehatan untuk mengetahui status kepesertaan aktif atau tidak sekarang bisa dilakukan secara online maupun offline. Berikut beberapa pilihan cara cek status BPJS Kesehatan:

Melalui BPJS Kesehatan website resmi
Kunjungi alamat BPJS Kesehatan checking di https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/
Isi nomor kartu BPJS atau BPJS Kesehatan nomor kartu
Isi tanggal lahir
Jika semua data telah benar, klik Lanjutkan
Di layar akan ditampilkan informasi kepesertaan BPJS Kesehatan non aktif atau aktif maupun status iuran

Melalui aplikasi mobile JKN
Login ke aplikasi Mobile JKN dengan BPJS Kesehatan ID
Di halaman utama, klik menu Peserta
Selanjutnya akan muncul data Peserta dan status Kepesertaan
Jika status masih aktif, maka akan tertera Aktif dalam data tersebut. Sebaliknya, jika sudah tidak aktif maka akan tertera Nonaktif.

Melalui layanan Chika (Chat Assisstant JKN) di WhatsApp
Kirimkan pesan “Halo CHIKA” di nomor BPJS Kesehatan WhatsApp 0811-8750-400
Bot akan membalas pesan Anda secara otomatis
Pilih dengan membalas menuliskan nomor menu, jika ingin cek BPJS Kesehatan aktif atau tidak, pilih menu 1. Cek Status Peserta BPJS Kesehatan dengan mengetik angka 1
Bot akan membalas dengan informasi yang apakah status kepesertaan BPJS Kesehatan Anda aktif atau tidak. Jika BPJS Kesehatan Non Aktif maka akan tertera tulisan NonAktif.

Melalui BPJS Kesehatan Care Center
Hubungi nomor Care Center di nomor 165 (selama 24 jam)
Lalu pilih angka 1 untuk cek status kepesertaan BPJS Kesehatan
Ketik nomor peserta/NIK
Masukkan tanggal lahir
Anda akan mendapatkan informasi apakah status Anda Aktif atau Nonaktif

Datang ke puskesmas terdekat
Anda juga bisa mendatangi puskesmas terdekat untuk cara cek BPJS Kesehatan aktif atau tidak, dengan meminta bantuan petugas pendaftaran untuk mengecek status kepesertaan BPJS Kesehatan.

Namun tentu saja, jika petugas terlihat sibuk melayani pasien, sebaiknya tunggu hingga sepi atau luang. Jangan lupa untuk selalu membayar iuran BPJS Kesehatan tepat waktu supaya Anda bisa tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.

Melalui petugas BPJS Kesehatan di Rumah Sakit

Cara Cek No BPJS Kesehatan

Jika no BPJS Kesehatan lupa, Anda tidak bisa mengurus klaim, bayar iuran BPJS Kesehatan RI, atau bahkan cek status kepesertaan. Berikut ini cara cek no BPJS Kesehatan dengan NIK KTP melalui cara-cara di bawah ini:

  • Melalui SMS dengan fasilitas SMS gateway ke nomor 087775500400. Formatnya adalah NIK<spasi>No KTP.
  • Melalui situs bpjs-kesehatan.go.id pada menu Cek Iuran, lalu masukkan NIK dan tanggal lahir.
  • Melalui BPJS Kesehatan call center di 1500400 dengan menyebutkan tanggal lahir dan nomor KTP.
  • Melalui aplikasi Mobile JKN untuk cek BPJS Kesehatan dengan NIK.
  • Melalui akun media sosial BPJS Kesehatan Instagram atau Twitter. Kirimkan Direct Message (DM) dengan format nama lengkap, tanggal lahir, dan NIK/KTP.

Cara cek BPJS Kesehatan pensiunan PNS

Bagi peserta yang ingin cek BPJS Kesehatan pensiunan PNS, wajib melakukan registrasi ulang terlebih dahulu, bisa melakukan salah satu cara cek BPJS Kesehatan pensiunan PNS berikut ini:

  • Menghubungi kantor cabang BPJS Kesehatan melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118750400
  • Mendatangi pelayanan BPJS SATU di rumah sakit
  • Menghubungi BPJS Kesehatan Call Center di nomor 1500 400 (Care Center)

Persyaratan registrasi ulang cukup dengan menyiapkan foto KTP atau KK dan kartu KIS. Setelah itu, data Anda akan diverifikasi oleh pihak BPJS Kesehatan dalam waktu 1×24 jam. Kemudian setelah proses verifikasi selesai, status kepesertaan BPJS Kesehataan Anda akan kembali aktif.

Cara cek BPJS Kesehatan perusahaan

Cek BPJS Kesehatan perusahaan dapat dilakukan melalui aplikasi Edabu. Namun, aplikasi BPJS Kesehatan Edabu ini hanya bisa digunakan oleh perusahaan saja, yaitu bagian HRD.

Melalui aplikasi tersebut dapat mencari tahu jumlah tagihan pada bulan berjalan dan 1 bulan sebelumnya.  Cara cek tagihan BPJS Kesehatan badan usaha dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Kunjungi situs BPJS Kesehatan Edabu.
  • Login dan pilih menu cetak Kartu & tagihan.
  • Kemudian klik Download Billing Statement, dokumen ini bisa diunduh pada tanggal 1 setiap bulannya.
  • Dokumen bisa diunduh dalam bentuk file Excel.

Cek Iuran BPJS Kesehatan Online

Cek iuran BPJS dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melalui aplikasi Mobile JKN, SMS, dan via website resmi. Berikut ini langkah-langkah cek BPJS Kesehatan online:

Melalui Aplikasi Mobile JKN

  • Siapkan NIK KTP dan download aplikasi Mobile JKN
  • Lakukan registrasi dengan memasukan alamat email
  • Jika sudah berhasil masuk, pilih menu Premi
  • Jumlah tagihan iuran BPJS Kesehatan akan muncul pada layar

Melalui SMS

  • Ketik NIK (spasi) nomor penduduk
  • Atau, NOKA (spasi) nomor kartu BPJS Kesehatan
  • Atau, NIP (spasi) nomor induk pegawai
  • Kirim ke 08777 5500 400
  • Sistem BPJS nanti akan secara otomatis mengirimkan informasi tagihan iuran ke nomormu

Melalui Website Resmi BPJS

  • Kunjungi laman BPJS Kesehatan iuran checking di www.daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/ untuk melakukan BPJS Kesehatan login
  • Isi data diri diri dan no BPJS Kesehatan
  • Akan muncul informasi tagihan dan denda  pada layar

Melalui Layanan Pandawa

Pandawa merupakan layanan tanpa tatap muka melalui WhatsApp sebagai inovasi guna mempermudah nasabah mendapatkan layanan BPJS Kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

  • Akses Chika di nomor BPJS Kesehatan WhatsApp: 0811 8750 400
  • Atau, akses Chika di Telegram: t.me/Chika_BPJSKesehatan_bot
  • Atau, Facebook Messenger BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan Pandawa.

Cara Daftar BPJS Kesehatan Online

Mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan secara online bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui laman resmi BPJS dan aplikasi Mobile JKN. Berikut ini penjelasan singkat cara membuat BPJS Kesehatan online daftar melalui situs resmi dan Mobile JKN:

1. BPJS Kesehatan Daftar Online Mandiri dari Laman Resmi

  • Siapkan dokumen yang dibutuhkan antara lain KTP, KK, NPWP, serta email dan nomor ponsel yang aktif
  • Kunjungi laman BPJS Kesehatan
  • Isi semua data dengan lengkap dan benar, termasuk pilihan kelas, alamat lengkap, dan fasilitas kesehatan
  • Pilih biaya iuran yang sesuai dengan kebutuhan
  • Kirim formulir dan tunggu surel notifikasi nomor BPJS Kesehatan registrasi di email. Setelah itu, cetak lembar virtual account yang diterima
  • Lakukan pembayaran di bank yang telah ditunjuk seperti BNI, BRI, dan Bank Mandiri
  • Transfer nominal yang tertera dan nomor virtual di teller bank dan simpan bukti pembayaran

2. Daftar BPJS Kesehatan Online Mandiri dari Mobile JKN

  • Unduh aplikasi BPJS Kesehatan aplikasi Mobile JKN di App Store atau Google Play Store
  • Buka aplikasi dan pilih menu “Pendaftaran Peserta Baru”
  • Ceklis bagian setujui Syarat dan Ketentuan
  • Isi kolom NIK dari KTP dan akan muncul otomatis daftar anggota keluarga sesuai KK
  • Isi data seluruh anggota keluarga
  • Masukkan email, nomor ponsel, lalu Anda akan mendapatkan nomor virtual account
  • Bayar BPJS Kesehatan online sesuai yang diinformasikan
  • Jika Anda belum mendapat nomor peserta, hubungi Care Center BPJS Kesehatan

Syarat Membuat BPJS Kesehatan untuk Peserta Mandiri

Bagi calon peserta mandiri BPJS Kesehatan, sebelum mendaftar sebaiknya persiapkan syarat-syarat dokumen sebagai berikut:

  1. Kartu Keluarga (KK)
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  3. Email dan Nomor HP yang aktif
  4. Pas foto ukuran 3×4 dengan maksimal size 50 kB
  5. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang dipilih
  6. Fotokopi halaman depan buku rekening aktif (jika ingin mendaftar autodebet iuran BPJS Kesehatan)
  7. Paspor/Kartu Izin Tinggal Tetap atau Sementara, nomor Visa tinggal terbatas, dan surat izin kerja bagi WNA

Tentang BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan adalah program jaminan kesehatan yang dimiliki pemerintah dan ditujukan untuk semua masyarakat Indonesia. Kepesertaan BPJS Kesehatan bersifat wajib. Lantas, siapa saja peserta BPJS Kesehatan?

Pada dasarnya, siapa pun dapat menjadi peserta BPJS Kesehatan RI termasuk orang asing yang bekerja di Indonesia paling singkat selama enam bulan dengan membayar iuran yang sudah ditetapkan. Adapun jenis kepesertaannya adalah sebagai berikut:

BPJS Kesehatan adalah program jaminan kesehatan yang dimiliki pemerintah dan ditujukan untuk semua masyarakat Indonesia. Kepesertaan BPJS Kesehatan bersifat wajib. Lantas, siapa saja peserta BPJS Kesehatan?

Pada dasarnya, siapa pun dapat menjadi peserta BPJS Kesehatan RI termasuk orang asing yang bekerja di Indonesia paling singkat selama enam bulan dengan membayar iuran yang sudah ditetapkan. Adapun jenis kepesertaannya adalah sebagai berikut:1. Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan

Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan adalah fakir miskin dan orang yang tidak mampu (cacat total tetap) sehingga iurannya ditanggung oleh pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan sesuai dengan mandat Undang – Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN).2. Bukan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan

Peserta yang bukan termasuk dalam PBI Jaminan Kesehatan (BPJS Kesehatan PBI) adalah pekerja penerima upah beserta anggota keluarganya, pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, serta bukan pekerja dan anggota keluarganya.

Pekerja penerima upah contohnya:

  • Pegawai Negeri Sipil
  • Anggota TNI/POLRI
  • Pejabat negara
  • Pegawai pemerintah non pegawai negeri (BUMN/BUMD)
  • Pegawai swasta
  • Pekerja lain yang memenuhi kriteria sebagai pekerja penerima upah

Pekerja bukan penerima upah contohnya:

  • Nelayan
  • Petani
  • Peternak
  • Pengemudi taksi online
  • Pengemudi ojek online
  • Dan sebagainya yang bekerja atas usaha dan risiko sendiri

Bukan pekerja contohnya:

  • Investor
  • Pemberi kerja
  • Penerima uang pensiun
  • Veteran (mantan pejuang masa kemerdekaan)
  • Perintis kemerdekaan
  • Bukan pekerja yang memenuhi kriteria bukan pekerja penerima upah

Iuran BPJS Kesehatan

Iuran BPJS Kesehatan harus dibayar secara berkala oleh peserta atau pemberi kerja dengan berbagai cara yang sudah disediakan. Iuran bagi pekerja penerima upah adalah 5 persen dari upah yang dilaporkan, berikut rincian besaran BPJS Kesehatan iuran perusahaan:

Jenis PesertaIuran/Premi
Penerima upahPemberi upah
Pekerja penerima upah1 persen dari upah per bulan4 persen dari upah per bulan

Mulai 1 Januari 2021, melalui Perpres No.64/2020, iuran BPJS Kesehatan naik. Berikut rincian iuran BPJS Kesehatan 2021 terbaru:

  • Fasilitas kelas I iurannya sebesar Rp150 ribu/bulan.
  • Fasilitas kelas II iurannya sebesar Rp100 ribu/bulan.
  • Fasilitas kelas III iurannya sebesar Rp42 ribu/bulan (subsidi pemerintah Rp7 ribu, artinya peserta tinggal membayarkan iuran Rp35 ribu/ bulan)

Iuran BPJS Kesehatan wajib dibayarkan setiap bulan paling lambat sebelum tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya.  Jika tanggal 10 jatuh pada hari libur, maka dapat dibayarkan pada hari kerja berikutnya. Bagi peserta penerima upah yang terlambat membayar iuran akan dikenakan denda admin sebesar 2 (dua) persen per bulan dari total iuran tertunggak dan ditanggung oleh pemberi kerja.

Iuran BPJS Kesehatan di atas masih berlaku hingga nanti penyesuaian tarif setelah kelas BPJS Kesehatan dihapuskan oleh pemerintah. Sehingga penerapan ke depannya akan menjadi iuran tunggal atau kelas standar.

Kelas di BPJS Kesehatan

Layanan BPJS Kesehatan dibedakan menjadi tiga kelas. Berikut perbedaan masing-masing kelasnya:BPJS Kesehatan Kelas 1

Pasien BPJS Kesehatan mandiri kelas 1 bisa mendapatkan fasilitas yang sama, namun untuk layanan kamar rawat inap akan mendapatkan fasilitas yang lebih sedikit dari fasilitas kelas 2 BPJS Kesehatan, yaitu 2-4 orang saja. Bahkan, pasien kelas 1 BPJS Kesehatan juga mendapatkan fasilitas VIP dengan membayar biaya tambahan di luar pertanggungan BPJS Kesehatan.BPJS Kesehatan Kelas 2

ayanan kelas 2 mendapatkan fasilitas yang kurang lebih sama dengan kelas layanan 3, namun peserta di kelas 2 BPJS Kesehatan bisa mendapatkan kamar rawat inap dengan kapasitas yang lebih sedikit, yaitu berisi 3-5 orang. Jika ingin mendapatkan kamar VIP, peserta bisa membayar biaya tambahan di luar pertanggungan BPJS Kesehatan.BPJS Kesehatan Kelas 3

banyak yang menyebut bahwa BPJS Kesehatan kelas 3 gratis, namun sebenarnya kelas layanan ini masih membayarkan iuran. Berikut fasilitas yang didapatkan dari BPJS Kesehatan mandiri kelas 3:

  • Konsultasi dokter.
  • Pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, radiologi (rontgen), dan lainnya.
  • Obat Formularium Nasional (Fornas) maupun obat bukan Fornas.
  • Bahan dan alat medis habis pakai.
  • Akomodasi atau kamar perawatan.
  • Biaya lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan pasien.
Pada pertengahan tahun 2022, kelas BPJS Kesehatan akan dihapuskan. Artinya, ke depannya hanya akan ada satu kelas tunggal saja dengan nama KRI-JKN dengan penyesuaian tarif iuran BPJS Kesehatan berkisar mulai Rp50 hingga Rp70 ribu per bulan. 

Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan

Program BPJS Kesehatan secara umum memberikan jaminan biaya kesehatan bagi peserta dari tingkat Puskesmas hingga RSUP. Berikut ulasan mengenai manfaat BPJS Kesehatan dari program yang tersedia.

Pelayanan Kesehatan Tingkat PertamaPelayanan Kesehatan Tingkat PertamaFasilitas yang menjamin pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat non spesialistik (primer) meliputi pelayanan rawat jalan dan rawat inap.Manfaat PertanggunganPelayanan kesehatan di Puskesmas atau yang setaraPelayanan kesehatan di klinik praktik mandiri dokterPelayanan kesehatan di klinik praktik mandiri dokter gigiPelayanan kesehatan di klinik pertama atau yang setara termasuk fasilitas kesehatan tingkat pertama milik TNI/PolriPelayanan kesehatan di rumah sakit Kelas D Pratama atau yang setaraPelayanan kesehatan di faskes penunjang seperti apotek dan laboratorium
Pelayanan Kesehatan Tingkat PertamaPelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat LanjutanPelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau sub spesialistik yang meliputi rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan, dan rawat inap di ruang perawatan khusus.Manfaat PertanggunganPelayanan kesehatan di klinik utama atau yang setaraPelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) pemerintah maupun swastaPelayanan kesehatan di Rumah Sakit KhususPelayanan kesehatan di faskes penunjang: apotik, optik, dan laboratorium
Rawat JalanRawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP)Pelayanan kesehatan bagi peserta perorangan di fasilitas kesehatan tingkat satu atau rumah sakit yang dirujuk untuk sakit/kecelakaan/pelayanan medis lain.Manfaat PertanggunganPelayanan promosi kesehatan dan pencegahan (promotif preventif) seperti penyuluhan kesehatan, imunisasi, KB, skrining riwayat kesehatan, serta pelayanan kesehatan bagi peserta dengan penderita penyakit kronisPelayanan kuratif dan rehabilitatif (pengobatan) mencakup administrasi pelayanan, pemeriksaan, pengobatan, konsultasi medis, hingga pemeriksaan laboratorium
Rawat JalanRawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL)Pelayanan kesehatan bagi peserta perorangan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama untuk kondisi sakit/kecelakaan yang lebih berat.Manfaat PertanggunganAdministrasi pelayananPemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis dasar yang dilakukan di Unit Gawat Darurat (UGD)Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi spesialisTindakan medis spesialistik, baik bedah maupun non bedah sesuai dengan indikasi medisPelayanan obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakaiPelayanan penunjang diagnostik lanjutan (laboratorium, radiologi dan penunjang diagnostik lainnya) sesuai dengan indikasi medisRehabilitasi medisPelayanan darah seperti transfusi
Rawat InapRawat Inap Tingkat Pertama (RITP)Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas untuk keperluan medis non spesialis atau urgensi kesehatan yang tidak terlalu berisiko.Manfaat PertanggunganPendaftaran dan administrasiAkomodasi rawat inap yang mencakup pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medisTindakan medis non spesialis operasi ataupun non operasiPelayanan kebidanan ibu, bayi, dan balita termasuk persalinan (bukan risiko tinggi), persalinan komplikasi, serta pertolongan neonatal dengan komplikasiPelayanan obat dan bahan medis habis pakaiPemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama
Rawat InapRawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL)Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat lebih tinggi seperti RSUD atau RSUP bagi peserta perorangan karena urgensi kesehatan berisiko.Manfaat PertanggunganPerawatan inap non intensifPerawatan inap intensif (ICU, ICCU, NICU, PICU)

Cara Klaim BPJS Kesehatan

Klaim BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan mengungjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama, sesuai dengan tempat yang didaftarkan oleh peserta. Berikut ini beberapa langkah-langkah yang dapat diikuti:

  • Pelayanan pertama dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama
  • Peserta dapat dilayani di faskes tingkat pertama sesuai dengan faskes yang dipilih atau terdaftar
  • Pelayanan di fasilitas kesehatan lanjutan harus berdasarkan rujukan dan indikasi medis dari dokter di faskes pertama
  • Pelayanan di faskes kesehatan tingkat ketiga harus mendapatkan rujukan dari faskes pertama atau faskes kedua
  • Rujukan harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh undang-undang

BPJS Kesehatan vs Asuransi Swasta

BPJS Kesehatan dan asuransi swasta memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan BPJS Kesehatan serta asuransi swasta yang dapat dipertimbangkan:

BPJS Kesehatan vs Asuransi Swasta

BPJS Kesehatan dan asuransi swasta memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan BPJS Kesehatan serta asuransi swasta yang dapat dipertimbangkan:

BPJS KesehatanAsuransi Kesehatan Swasta
Premi bersahabatWajib didaftarkan untuk karyawan perusahaanPersyaratan klaim cukup banyak, termasuk surat-surat rujukanProses klaim BPJS cukup panjangPelayanan menggunakan BPJS tidak cepat, bersiap dengan antrian panjangPilihan rumah sakit rekanan yang terbatasJangkauan rumah sakit yang lebih luasProses klaim yang lebih mudah, tanpa surat rujukanProsedur penanganan yang lebih cepatPilihan kelas kamar rawat yang lebih banyakStandar kelas kamar rawat yang lebih tinggiLayanan hingga keluar negeri